Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, October 20, 2012

WAKTU (5)

          Satu hal lagi yang membuat waktu terbuang adalah saat menunggu. Kata orang menunggu adalah merupakan saat yang sangat membosankan. Oleh karena tu perlu disiasati pada saat kita sedang menunggu, agar tidak terasa membosankan. Masyarakat kita, secara umum, jarang sekali yang menunggu dipakai dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. 
          Ada yang diisi dengan mengobrol. Pada suatu saat terjadilah percakapan antara dua orang ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya bermain di sebuah arena bermain. "Huh anakku tuh gak pernah diam, lari sana, lari sini", begitu kata si ibu yang berbaju dengan necis, kelihatan kalau ia cukup memperhatikan penampilan. "O gitu, emang anak ibu bintangnya apa? Mungkin bintangnya pisces ya, jadi gerak terus kaya ikan, kalau anakku shi bintangnya scorpio, jadi berbeda dengan anak ibu".... walah cape deh ngobrolin  tentang bintang yang dihubungkan dengan perilaku seseorang, begitu yang terpikir dalam hati. 
          Fenomena lain yang saat ini yang banyak dilakukan oleh orang sementara menunggu yaitu diisi dengan memegang gadget terutama (HP) Hand Phone, berteman dengan benda mati, tidak saling menyapa dan mengenal orang lain. Asyik dengan dirinya sendiri sambil berteman dengan orang lain di dunia maya. 
          Pernah juga memperhatikan orang menunggu di suatu ruang tunggu dengan mengisi Teka Teki Silang (TTS). Mungkin bagi orang itu mengisi TTS merupakan bagian dari mengisi waktunya, untuk mengasah otak. 
          Situasi lain yang terkait dengan menunggu adalah kemacetan di jalan. Banyak sekali waktu terbuang pada saat jalanan macet kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. 
          Pada suatu saat di dalam sebuah kendaraan bis, ada pemandangan yang sangat  janggal, apa yang sedang dilakukan oleh seorang ibu? Ternyata di dalam bis yang bergerak itu, ada seorang ibu yang sedang menjahit, ya  tepatnya quilting. Terjadilah dialog dengannya, apa alasannya kok menjahit sambil mengendarai bis apakah tidak pusing, ternyata jawabannya luar biasa, menjahit  juga bisa dilakukan dalam kendaraan asalkan bukan yang rumit-rumit untuk mengisi waktu luang daripada bengong. Wow luar biasa. 
          Banyak hal yang bisa dilakukan kalau ada niat untuk mengerjakan, bila memiliki kesadaran untuk mengisi waktu luang dengan baik. Makanya salut sekali kalau ada orang yang memiliki mobil pribadi dan di sanalah diletakkan semua barang yang dibutuhkan pada saat menunggu, mobilnya bagaikan rumah yang berjalan. 
          Jadi, apabila akan bepergian, maka rencanakan dengan baik apakah ada waktu menunggu atau tidak, kalau ada saat menunggu kira-kira apa yang bisa dilakukan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, bila kendaraaan mengalami kemacetan di jalan, maka manfaatkan waktunya, tidak hanya duduk sambil bengong.
          Sebetulnya banyak yang bisa dilakukan pada saat menunggu, seperti  membaca buku pengetahuan,  membaca Al Qur'an, menjahit, membuat ketrampilan tangan, mengetik di laptop, mengerjakan tugas administrasi, mencari ide-ide, menghafalkan Al Qur'an dll. Kalaupun mengobrol dengan orang lain sebaiknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat,  baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Selamat berjuang.

Friday, October 19, 2012

WAKTU (4)

W A K T U  (4)

          Dalam kehidupan ini ternyata banyak sekali yang menyebabkan waktu tidak efektif. Salah satunya adalah kebiasaan menunda. Hal ini terjadi karena kita lebih menikmati apa yang dirasakan menyenangkan saat ini atau sulit untuk bergerak, merubah apa yang sedang dikerjakan atau memutus apa yang sedang dikerjakan. Pembuatan skala prioritas juga menjadi kendala sehingga menyebabkan memelihara penundaan waktu. 
Emang enak ya, menunda tugas dan kewajiban, dengan dalih "entar aja lah masih banyak waktu kok", "Ah paling sebentar aja dikerjakan sudah selesai tuh, entar aja lah". Tapi justru dengan anggapan-anggapan itu menyebabkan tidak memulainya tugas dikerjakan. 
Di samping itu karena kita memiliki energi yang berlebih pada saat mengerjakan sesuatu yang sedang dikejar deadline. Konsentrasi menjadi lebih bagus, ketekunan bertambah, fokus pada apa yang sedang dikerjakan menjadi muncul, energi kita menjadi banyak pada saat itu. Berdasarkan pengalaman itu menyebabkan kita mengulang dan mengulang lagi untuk menundanya. Memang shi pada saat mengikuti alirat kepepetisme, maka saat itulah kita merasakan kerjaan kita efektif, cepat selesai, adrenalin kita menjadi terpacu, tetapi coba sobat perhatikan pada saat mengerjakan pekerjaan yang diburu waktu sebetulnya kita sedang menggunakan energi yang besar sekali kemudian muncul kelelahan. Ritme kerja menjadi tidak teratur. 
Untuk menghilangkan kebiasaan mengikuti aliran kepepetisme lagi lagi kesadaran akan disiplin yang sangat dibutuhkan dan kepandaian kita dalam membuat skala prioritas. Kalau kita kaji maka pekerjaan yang lebih efektif dikerjakan dengan diburu waktu atau dengan waktu yang teratur ya? Silakan dianalisa sendiri baik dari sisi kualitas maupun kuantitas pekerjaannya. Selamat beraktifitas. Apapun yang bisa dikerjakan  sekarang, kerjakanlah.

Wednesday, October 17, 2012

WAKTU (3)

W A K T U  (3)
          
          Bicara tentang waktu ternyata banyak juga yang membuatku terusik. Waktu terus berjalan, sedangkan berjalannya waktu tidak selalu kita sadari harus diisi dengan hal-hal yang baik, positif dan manfaat sehingga tidak selalu dipergunakan dengan baik. Banyak hal yang membuat kita menjadi kehilangan waktu kita secara sia-sia, bahkan merugi, akibat perbuatan kita sendiri.
          Pada suatu saat saya akan pergi, menepati janji dengan teman. Persiapan pun dilakukan mulai dengan mandi, mempersiapkan diri, sampai mengamankan dapur yang mau ditinggal, maksudnya tidak ada kompor yang menyala hehehe. Tibalah saatnya mau berangkat nih, namun apa yang terjadi? Di mana kunci kendaraannya? Mulailah panik, karena waktu sudah mepet dengan waktu yang sudah disepakati untuk ketemuan. Dicari di laci meja, cari di gantungan kunci, cari di tas.... eh gak ketemu juga.... alhasil 15 menit waktu terbuang hanya mencari kunci... rupanya kunci ada di dapur.... huh... menyebalkan... tertundalah keberangkatan... dan malu sama teman yang sudah janjian... tidak menepati janji gara-gara kehilangan kunci kendaraan ...alasannya memalukan...kok kelihatan sekali kalau tidak disiplin.... ya tidak disiplin membuat waktu terbuang dengan sia-sia.... dari sini dapat diambil pelajaran bahwa barang-barang yang ada di rumah sebaiknya diletakkan di tempat yang sudah disediakan agar tidak ada waktu yang tersia-sia untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan... atau sebaliknya kita menyediakan tempat untuk hal-hal yang seringkali tercecer, seperti kunci, gunting, potongan kuku, dll, letakkan di tempat tertentu.

Saturday, October 13, 2012

WAKTU (2)

WAKTU (2)

          Begitu pentingnya masalah waktu terlihat dari ayat-ayat Al Qur'an yang banyak sekali menyebutkan masalah waktu, bahkan dijadikan sebagai nama surat, seperti Al Fajr,  Al Lail, Adh Dhuha, Asy Syams. Berkali-kali Allah mengingatkan tentang waktu. Mengapa ya kok demikian? Bahkan secara khusus menegaskan secara jelas tentang waktu, tidak secara spesifik waktunya apakah waktu siang, malam, pagi, fajar dsb, tetapi waktu secara keseluruhan, yaitu di surat Al Asr (QS 103: 1-3) yang artinya, demi masa - waktu,  sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. 
          Dari surat ini jelas tergambar bahwa sebagian orang akan rugi dengan waktunya bila tidak beriman, bila tidak mengerjakan kebajikan, bila tidak saling menasihati dalam kebenaran dan bila  tidak saling menasihati untuk kesabaran. Jadi agar kita tidak merugi yuk kita beriman kepada Allah, bahwa hanya Allah yang Esa tempat kita bergantung. Kemudian beramal dengan berdasarkan keimanan kita, karena iman tanpa amal tidaklah bermanfaat untuk orang lain dan amal tanpa didasari iman juga tidak ada gunanya. Selanjutnya kita saling menasihati untuk berbuat pada hal-hal yang benar, kadang-kadang kita sulit untuk memberitahu orang lain untuk mengajak pada kebenaran, dibutuhkan kekuatan hati untuk menyampaikan hal-hal yang benar, karena kadang-kadang kebenaran ditangkap orang lain sebagai hal yang pahit. Yang berikutnya adalah marilah kita saling menasihati untuk selalu sabar dalam mengarungi kehidupan ini. Selamat berjuang. Semoga Allah memberikan petunjuk agar kita selalu memiliki waktu yang manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Tuesday, October 9, 2012

Waktu (1)

          Waktu berjalan terus, tidak bisa dihentikan. Barusan dengar ulasan yang bijak, jatah waktu itu bagaikan tumpukan buku, semakin lama akan diambil satu persatu, seberapa sisa tumpukan buku kita begitulah sisa waktu kita di dunia. Apakah yang telah dilakukan selama ini? Apa yang telah disumbangkan untuk diri sendiri, untuk orangtua, untuk suami/istri, untuk anak, untuk tetangga, untuk negara, bangsa dan agama? 
          Keinginan untuk memanfaatkan waktu selalu ada tetapi gangguannya lebih besar dari keinginan itu. Siapakah yang menggangguku ternyata lebih banyak media  elektronik. Berapa lama kita ketak ketik di BB atau HP, berapa lama kita melihat status orang lain, sementara belum tentu ada manfaatnya. Berapa lama kita nongkrong di depan TV sementara kita terperdaya dengan tontonan yang tidak berhasil menjadi tuntunan. Berapa banyak hal yang kita baca sementara belum tentu apa yang kita baca menambah kapasitas dan bobot kita. Sementara membaca Al Qur'an, masih belum menjadi target. Belum lagi FB (Facebook) yang kadang membuat kita narsis, kita ingin diketahui oleh orang lain, kita ingin dianggap hebat oleh orang lain. Astagfirullah, jangan jangan ini juga bagian dari riya, ya Allah ampuni dosaku ini. Apa lagi ya yang membuat kita lalai dengan waktu?

Sunday, September 27, 2009

Punya Masalah?

"Anakku pernah jatuh pada waktu bergurau dengan teman-temannya, sehingga saya sekarang kuatir anakku bermain dengan temannya", kata seorang ibu.

Seorang mahasiswa sangat kecewa dengan nilainya, sehingga disobeklah kertas pengumuman di papan pengumuman.

Anak usia 4 tahun keinginannya tidak dituruti oleh orangtuanya, sehingga ia terus teriak-teriak, melempar-lempar barang yang ada di depan matanya.

Seorang atasan kecewa dengan bawahannya lalu menyuruh bawahannya untuk keluar dari ruangannya.

Seorang ibu marah kepada anaknya lalu mencubit dan memukuli anaknya.

Itu adalah sebagian fenomena yang dilakukan oleh masyarakat kalau memiliki masalah.
Masalah akan selalu dimiliki oleh setiap orang setiap saat. Tidak ada orang yang hidup tidak memiliki masalah.
Berbagai macam reaksi bila seseorang memiliki masalah, sehingga muncullah istilah defence mechanism, mekanisme pertahanan diri.
Masalah akan semakin besar bila menanggapi masalah secara tidak proporsional. Ada masalah kecil ditanggapi secara besar, jadilah besar masalah itu, sebaliknya masalah yang kecil ditanggapi secara kecil maka masalah itu menjadi kecil. Artinya masalah yang sama bisa ditanggapi secara berbeda. Misalnya seorang anak menumpahkan air di meja sehingga lantai kotor. Ada orangtua yang menanggapinya dengan calm, sehingga hanya memberitahu anaknya untuk hati-hati karena lantai licin, tetapi ada yang sampai memukul anaknya.
Ada yang mengatakan bahwa masalah itu sendiri tidaklah penting tetapi yang penting bagaimana menanggapi masalah tersebut. Peran masalah hanya 10 %, yang 90 % adalah cara menanggapi masalah tersebut.
Jadi marilah kita tangapi masal itu secara rasional. Sulit? Ya memang .
Masalah akan terasa ringan kalau dilihat dari kacamata yang menciptakan atau mengadakan masalah, yaitu Allah. Semua peristiwa dalam kehidupan ini berada dalam skenario Allah. Sesungguhnya tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan ini sekecil apapun. Semakin terbiasa melihat permasalah dari yang menciptakan manusia, maka akan semakin bijaksana orang tersebut. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang melihat persoalan dari sisi Allah, sehingga tidak terjebak dalam masalah tersebut.

Monday, August 17, 2009

Sebuah Tantangan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan anakku ditunjuk untuk menjadi peserta mengikuti pawai dengan pakaian dari salah satu daerah, yang setelah diamati kok pakaian daerah yang tidak berjilbab, padahal kan anakku berjilbab. Wah hati ini sudah mulai was-was. Gimana nanti model pakaiannya? Itu was-was pertama.
Masih dilanjut lagi, "Ntar make upnya di salon "X" ", wah itu mah salon untuk umum, baik pria maupun wanita, kapsternya cowo? HAH?
Terus was-was selanjutnya "Perginya ke lapangan ntar sama-sama berangkat dari salon jam 12.30 sudah ada transportnya". HAH? itu kan waktu belum masuk shalat dhuhur? Tantngan nih!
Gimana ya menyiasatinya?
Ya Allah mudah-mudahan diberi petunjuk yang terbaik.
Pergilah anakku ngambil baju ke salon "X" tadi, agak siangan shi, sekitar pukul 8.30 an karena nunggu gurunya datang ke salon itu. terus sepulang dari salon bawalah dia baju dari daerah "Y" baju rok selutut, dan baju lengan pendek, dan ikat kepala yang warnanya senada dengan bajunya. HAH?
Terus terjadilah dialog.
"Pake bajunya mau gimana?"
Jawabnya, "Bajunya pake baju lengan panjang hitam terus dilapis sama baju berlengan pendek tadi".
Alhamdulillah. Satu kegusaran terjawab, anakku masih tetap menjaga auratnya.
"Terus roknya gimana?
Jawabnya, "Pakai celana panjang hitam, baru pakai rok selutut".
Alhamdulillah, Allah masih membukakan pintu hatinya.
"Celananya yang mana?"
Jawabnya, "Celana kaos".
"Yang mana coba ibu ditunjukkan".
"Yang ini" sambil menunjukkan celana panjang hitam yang biasanya dipakai untuk pakaian dalam. Mmmmm....
"Coba dipakai"
Wow,,,, celana ketat?
"Ada alternatif lain?".
Jawabnya, "Jelek kalau pakai celana panjang yang bawahnya lebar".
Iya shi memang agak kurang serasi.
Tapi haruskah menjual akidah untuk pawai????
Ya Allah berilah jalan keluarnya.
"Ok terus ikat kepalanya gimana?"
Jawabnya, "Diikat di atas jilbab hitam".
Alhamdulillah masih terjaga auratnya
Jadi masih tinggal satu masalah, yaitu celana panjangnya
"OK sekarang shalatlah dhuhur dulu, habis shalat, barulah kita coba kenakan lagi pakaiannya".
Alhamdulillah tidak tertinggal shalatnya.
"Jadi mau jam berapa ke lapanagan?"
Jawabnya, "Jam 1 aja setelah shalat dhuhur". Alhamdulillah.
Setelah shalat dhuhur dipakailah bedaknya.
"Aku gak mau terlalu tebal, yang minimalis aja", katanya. Alhamdulillah, tidak terbawa arus berdandan ria kayak badut.
Dipakailah bajunya satu per satu seperti rencana semula. Lengkaplah sudah.
Begitu mau berangkat. Bapaknya melihat celana yang dpakai.
"Lho kok celananya gitu, ketat", kata ayahnya.
"Coba celananya pake yang agak lebar", lanjutnya.
Pergilah ia ke kamar, dan dipakailah celana panjang yang agak lebar, menutupi celana ketat yang tadi dpakai, jadi gak terlihat ketat.
Alhamdulillah. Dibukakan pintu untuk menerima saran dari bapaknya (terimakasih mas...)
Setelah berangkat kususul dia di jalan raya di mana akan dilewati oleh barisannya.
Sambil menunggu barisannya lewat. Terlihatlah pemandangan yang bikin hati miris..betapa tidak...siswa-siswi SMA berpakaian pengantin adat, terus laki dan perempuan saling bergandengan sepanjang jalan... pawai....astaghfirullah... berarti tuuuhhh disetujui para guru????
"Gimana dengan anakku?..."
Dengan dag dig dug ....menunggu...
Akhirnya datang juga.
Alhamdulillah barisnya satu-satu aja, gak ada acara gandeng menggandeng
Alhamdulillah Engkau masih memberi hijab pada anakku....
Sampai di rumah berceritalah dia, "Tadi waktu di salon, ada temennya yang ditegur sama gurunya karena dibuka jilbabnya waktu bermake up, padahal biasanya dia pake jilbab"
Alhamdulillah dia tidak di make up di salon.
Ya Allah berilah ketetapan hati tuk buah hatiku menutup aurat karena Mu, jangan biarkan akidah terjual untuk dunia. Amin

Pertolongan Datang di kala Berserah Diri

Saat aku ditunjuk untuk jadi moderator seminar "Membangun Keluarga Mencintai Al Qur'an" sepertinya tidak timbul perasaan apapun, biasa saja, tanpa beban. Insya Allah. Itu terjadi kurang lebih dua minggu sebelum acara berlangsung. Terus menjelang acara berlangsung, 3 hari sebelumnya barulah sibuk mencari info tentang pembicara. Kubacalah riwayat Beliau siapakah gerangan. Ternyata sosok Beliau sangat mengagumkan dari sisi pola asuh anak. Betapa tidak, anaknya sebelas dan dikaruniai anak yang hafizh Al Qur'an. Pastilah Ibu ini sangat luar biasa. Semakin tahu tentang Beliau semakin banyaklah yang kutahu tentang Beliau. Yang membuatku merinding adalah di usia 13 tahun Beliau sudah membaiat diri untuk mendekatkan diri kepada Allah. Luar biasa. Lha diriku sekarang? Kapan yaaaa membaiat diri tuk dekat dengan Allah? Insya Allah sekarang, bismillahirohmanirrohim. Mulailah grogi nih tuk menjadi moderator, bagaimana kalau tidak memuaskan Beliau? Memuaskan audience shi terus terang tidak aku pikirkan. Yang kukuatirkan adalah bagaimana mungkin aku akan memberikan ice breaking, game kepada audience, jangan-jangan tidak diterima oleh Beliau. Rasanya lebih enak jadi pembicara daripada moderator nih kayaknya kali ini. Kalau jadi pembicara insya Allah persiapan 2 jam selesai, ini dah 3 hari belum juga hati nih nyaman. Sampai-sampai chatting nih sama sobat di Oman (Trims Ade....) tuk sama-sama berdiskusi tentang game dan ice breaking
Tibalah bertemu dengan Beliau di malam menjelang acara seminar dimulai. Karena Beliau bersedia ditemui jam 20.30. Saat itu mulailah ketegangan ku mencair, rupanya tuk menjadi moderator Beliau sangat wellcome dan Beliau merendah bahwa dia bukan tipe trainer, tetapi biasa ceramah, jadi perlu moderator yang membawakan game dan ice breaking. Jadi mulailah sedikit mencair keteganganku.
Tibalah di hari H seminar dimulai. Saat itulah aku berserah diri kepada Allah, atas proses seminar itu, Insya Allah aku hanya menjadi pelaku apa yang sudah ditentukan oleh Allah. Bismillahhirohmanirrohim acara seminarpun dimulai, aku serahkan sepenuhnya laa haula walaa quwwata illaabillah. Apa yang terjadi?? Alhamdulillah tidak muncul grogi, semuanya mengalir saja, ide pun muncul pada saat acara sedang berlangsung. Sampai-sampai di akhir acara ada yang bilang, tadi kayaknya game gak disiapkan seperti itu, tapi kok yang keluar jadinya itu. Ya begitulah Allah sudah menuntunku. Alhamdulillah.
Memang game yang direncanakan tidak seperti yang direncanakan. Tetapi alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan ini bisa jadi pengalaman. Allahu Akbar. Semakin tebal keimananku bahwa pertolongan Allah pasti datang di saat kita berserah diri sepenuhnya. (road show sanggar karyawan 8 Agustus 2009)